Bandung Berisik, Glokalisasi dan Tukang Tahu

Bicara tentang festival musik, Bandung bisa dibanggakan dengan festival musik underground yang baru saja diadakan tanggal 11 juni 2011 kemarin. Bandung Berisik 2011 atau bisa dibilang Bandung Berisik V ini merupakan festival musik underground yang ditunggu-tunggu setelah 8 tahun lamanya tidak pernah lagi diadakan. Sejak tahun 2000, Bandung Berisik rutin diadakan setahun sekali.

Bandung Berisik tahun ini, memang keren parah, diadakan di Lapangan Brigif, Cimahi, dengan kapasitas mencapai 20.000 orang yang akhirnya mencatat rekor konser underground terbesar se-Asia Tenggara. Pertama datang, gatenya dihiasi dengan desain minimalis yang apik, sebuah gate besar dengan nama-nama band yang akan perform ditulis di sisi kanan kirinya. Jam 2 siang saya datang dan antrian sudah panjang, suara-suara double pedal dan teriakan-teriakan hebat itu mulai menggema. Setelah melewati beberapa gate, untuk body checking dan penukaran tiket menjadi gelang, tiket masih bisa ditukar lagi dengan sebungkus rokok dan Festival Guide. Konsep gelang sebagai akses keluar masuk festival memang bagus, sayangnya mungkin agak sedikit rapuh dan rentan hilang.

Setelah itu, mereka menyediakan Backdrop khusus foto-foto yang memang menyedot perhatian. Penjualan merchandise Bandung Berisik juga Nampak ramai sampai malam, dan habis pun barangnya padahal saya pengen banget beli T-shirtnya. Booth-booth lainnya seperti Illuminator nggak kalah menarik, hebatnya lagi, mereka menarik sponsor-sponsor dengan pintar, sehingga mereka bisa menyediakan makanan dan minuman untuk para metalheads.

Masuk ke arena panggung, okeee, ini tempat besar banget jadi untuk mencapai panggung lumayan lo jalannya. Panggungnya keren, besar, tinggi, dengan tulisan Bandung Berisik di bagian atas kanan dan kiri. Desain di bagian kanan kiri juga nggak kalah keren. Karena masih siang awalnya belum terlalu kelihatan..menjelang malam, lighting yang dipasang mulai kelihatan megahnya, giant screen di pinggir kiri dan kanan mulai dinyalain. Yang mulai kebagian panggung keren ini adalah band yang perform setelah maghrib dan yang pertama kebagian adalah Beside. Ju-a-ra! Sebenernya sudah pasti saya nungguin band-band keren ini tapi yang paling saya tunggu-tunggu itu sebenarnya Tcukimay dan gugat, sayangnya perjalanan saya ke Cimahi lumayan jauh dan akhirnya telat. Tapi saya nggak kecewa karena band-band seperti Beside, Disinfected, Jasad, Forgotten dan Burgerkill itu belum main, mereka juara!!

Arena moshpit dibedakan lagi, di arena yang dekat banget dengan panggung ini nggak boleh merokok dan masih diperiksa lagi gelangnya. Keren bangetlah, Disinfected juga bawain lagu Master of Puppet-nya Metallica. MC-nya gokil. Band-band yang perform keren semua. Puas banget pokoknya.

Forgotten yang sempat mengalami kesalahan tekinis ternyata menyuguhkan beberapa lagu baru mereka yang ditabrakkan dengan musik sunda. Jadinya nggak ngewa, malah keren. Begitu juga dengan Jasad, mereka juga pake bunyi-bunyian dari alat musik sunda, bahkan, vokalisnya, menggunakan batik saat perform. Belum lagi para metalheads yang datang menggunakan headband batik, dan atribut Indonesia banget lainnuya. Mungkin ini yang disebut dengan glokalisasi, mengadopsi budaya luar yang pada akhirnya disesuaikan dengan karakter lokal sehingga budaya lokal kita sendiri tidak punah. Global meets local lainnya yang tidak akan pernah ditemukan di negara manapun adalah pada saat festival berlangsung ada tukang tahu sumedang yang berkeliaran menjajakan dagangannya, jadinya seperti ini:

Dari panggung: “GRRROOOWLLL…”

Tukang Tahu: “Tahu tarahu tahuuu ditahuuaan”

DP: “GRROOWWLL”

TT: “tahu tarahuu”

DP: “RRAAWWKKK”

TT: “TAHUU!”

Atau tukang jual minuman:

DP: “walaupun kita semua suka alkohol….”

TKM: “qua..qua..aqua, mijon, mijon, mijooooon”

Hal ini menarik buat saya, dimana musik-musik yang ditampilkan di Bandung Berisik adalah hasil produk globalisasi, namun, berkat kecerdasan anak-anak muda Indonesialah yang pada akhirnya dapat mengkolaborasikan lokal dengan global. Lagu-lagu metal atau punk berbahasa Indonesia atau daerah, insrumen musik yang digunakan, lirik-liriknya serta atribut lokal lainnya membuat scene Underground dapat menciptakan glokalisasi di tengah-tengah arus globalisasi musik ini.

Acara ini membuat saya kesulitan kirim sms karena pending-pending terus, update twitter juga susah (maklum bukan BB-ers) eh tau-tau Bandung Berisik udah jadi Trending Topic. Acara ini ditutup sama Burgerkill, dengan beberapa lagu dari album barunya, Venomous dan lagu-lagu lama yang masih terkenal sampe sekarang, sperti Shadow of Sorrow dan Atur Aku. Dengan hebatnya, acara ini berakhir sukses, 20.000 tiket sold out, bahkan aman sampe akhir acara…yah paling-paling copet sih yang masih berkeliaran kemaren dan merepotkan MC yang harus mengumumkan barang-barang hilang.

Doa saya adalah, semoga di tahun-tahun berikutnya Bandung Berisik masih terus ada dan semakin berkembang. Perijinan acara musik untuk kita, para metalheads juga semoga bisa semakin mudah dengan kepercayaan yang dibangun melalui Bandung Berisik kemarin. Jangan sampai musik-musik seperti ini tidak mendapatkan wadah dan menghambat kreativitas mereka.

Foto:  berbagai sumber, kecuali foto muka sendiri :))