Hidup di dalam gelas kaca

seringkali, kita bilang ini salah-itu salah pada diri kita sendiri. satu jerawat di hidung bikin mood terjun payung. lemak melenceng dari jeans sedikit, besok langsung pucat pasi karena gak makan.

berkali-kali mengeluh atau malah melenguh kaya sapi kalo baca majalah yang isinya artis-artis Hollywood dengan badan kurus, muka mulus dan banyak fulus…
atau berkhayal lima jam gimana caranya jadi sekurus dn secantik itu biar bisa jadi model majalah ngetop indonesia. 

menyakitkan emang. tapi, bukankah lebih menyakitkan lagi kalo kita hidup di dalam gelas kaca menatap orang-0rang cantik tanpa sedikit pun terlihat ada yang salah—meskipun itu cuma dari luarnya aja—di luar sana? 
seperti boneka di dalam gelas kaca yang sudah usang, cuma bisa bilang di dalam hati seandainya…seandainya dan seandainya tanpa ada usaha?
berusahalah untuk bangkit dan menerima diri kita apa adanya, cantik sudah menjadi rahasia umum bukan hanya dari fisik saja.
berusaha menjadi yang terbaik, menjadi nyaman untuk diri sendiri, terutama, dan orang lain,karena, untuk hidup menjadi lebih cantik dengan operasi plastik atau menahan perut buncit akan membuat kita tidak nyaman,ini berarti, kita masih hidup untuk orang lain dan menyiksa diri sendiri demi dilihat orang lain. 

sudah begini adanya kita diciptakan oleh Tuhan YME. sudah seharusnya pula kita mensyukurinya. Tuhan selalu memiliki rencana dibalik apa yang ia ciptakan, selalu memerintahkan kita untuk memetik hikmah dari apa yang kita miliki. bagaimanapun adanya, hidup di dalam gelas kaca sesak dan menyiksa. ayo bangkit dan keluar dari gelas kaca lalu jadilah orang yang cantik luar - dalam ! :D

Repost from my old blog :)