Bandung Berisik MMXII : Maximum Aggression Review

Day 1
Bandung Berisik tahun ini masih diadakan di kawasan militer, bedanya, kali ini diadakan selama dua hari di Lapangan Udara Sulaiman Kopo, Bandung. Band-band yang tampil berjumlah sekitar 60 band dan tentunya masih didominasi oleh band-band beraliran keras dari Bandung. Tahun ini saya datang lagi bukan cuma untuk bersenang-senang tapi karena kebutuhan skripsi saya yang membahas musik Death metal Bandung :D

hari pertama panggung dibakar oleh band-band hebat seperti The Sigit, Jihad, Siksa Kubur, Burgerkill, Powerpunk, Deadsquad, Dismemberment Torture, Jasad dan band hebat lainnya. Acara ini tidak banyak berbeda dengan tahun lalu namun tetap keren. Kali ini ada tiga panggung yang di tempatkan secara berdampingan dan venue yang super besar (lebih besar dari tahun lalu). Dengan adanya tiga panggung ini, acara tidak terlalu ngaret seperti biasanya, mereka sangat baik dalam mengatur rundown biarpun sempat terhenti akibat hujan angin selama satu jam di hari pertama dan hampir semua penonton menyingkir untuk berteduh. Nah, akibat hujan besar ini, venue berubah jadi kubangan lumpur. Panitia memang sudah memperingatkan untuk membawa jas hujan dan sepatu boots tapi ya ternyata hampir tidak ada yg bawa sementara saya dan teman saya hanya punya satu jas hujan. Alhasil, sepatu penuh lumpur dan kita memutuskan untuk melepas sepatu karena lbh nyaman. Selain itu, tidak seperti tahun lalu, karena lumpur ini kita susah untuk mencari tempat duduk dan foodcourt juga tentunya penuh. Kaki jauh lebih pegal dari tahun lalu!

Sound system mereka juga cukup baik di hari pertama, visualisasi juga sangat baik. Mereka menggunakan dua LCD besar diantara stage kiri (Apocalypse) dan tengah (inferno) serta diantara stage kanan (Holocaust) dan tengah. Ada pula LCD yang dipasang disetiap stage. Mengenai stage, agaknya letak ketiga panggung ini terlalu dekat. Stage tengah atau Inferno tidak masalah karena hanya untuk satu band sekali manggung. Tapi panggung kiri dan kanan dipakai bersamaan oleh dua band, kalau tidak mau menonton salah satu dan berdiri di tengah sound akan terlalu bertabrakkan. Tapi tidak terlalu masalah kalau memang sudah memilih yang kiri atau kanan.

Tahun ini, mereka juga menyediakan titik listrik untuk mencharge HP, kamera dan lain-lain yang ditempatkan berbarengan dengan booth Ngopi Doeloe. Tempatnya nyaman dan panitianya (kebanyakan volunteer) baik-baik (ternyata ada teman satu komplek :) ), mereka jg yang membantu saya mencarikan hp saya yg hilang. Pada malam hari, area foodcourt, merchandise dan titik listrik sempat mati beberapa kali, tapi tdk terlalu menjadi masalah Karena stage tdk ada yg terganggu.

Oh ya, ada beberapa kekecewaan saya dalam acara ini, yang pertama adalah twit saya yang tidak dibalas, padahal saya menanyakan hal penting mengenai order tiket online yang bisa dibatalkan atau tidak. Karena terlanjur pesan, akhirnya seminggu kemudian saya bayar dua tiket online untuk dua hari sebesar Rp. 140.000 dan ternyata orderan saya sudah hangus (dua hari tidak dibayar maka hangus), untung saja pihak TicketBlank yang bekerja sama dgn Bandung Berisik langsung mengurusnya dan saya bisa mendapatkan tiket.
Kedua, masih tentang tiket, pada malam hari saya mendapat sms dari ticket blank bahwa penukaran tiket hanya bisa dilakukan pada hari pertama dari pukul 08.00-11.30 WIB. Jelas saja saya kelabakan karena rumah saya jauh dari venue dan gimana juga orang-orang dari luar kota yang misalnya sudah pesan travel dan baru bisa datang jam 3. Akhirnya, pukul 09.00 saya dan teman saya berangkat menggunakan angkot krn motor saya belum bisa dipakai. Sampai venue, panitia malah terlihat kelabakan, katanya mati lampu dan saya disuruh menunggu. Bukannya dapat tiket, panitia malah bilang tiket baru bisa diambil setelah jumatan bahkan jam tiga juga masih bisa. Mengecewakaaaaaan!! Kami memutuskan untung pulang dulu mengambil motor dan ternyata HP saya yg ada kode verifikasi utk mengambil tiket hilang di venue. Untungnya tiket masih bisa diambil, yah sedih aja udh hilang HP terus masa tiket hilang juga.
dan ini foto saya dengan vokalis Jasad, Man. sebenarnya ini untuk kepentingan dokumentasi skripsi sih :)

Overall, hari pertama Bandung Berisik tahun ini berjalan baik, aman dan keren. Sebagai tambahan, festival guide tahun ini lebih lengkap dan body checking juga lebih ketat dari sebelumnya. Dua jempol!
Day 2
Hari kedua, band-band yg tampil lebih banyak dan nggak kalah hebat spt demons damn, koil, outright, turtles jr, down for life, deadly weapon, beside, karinding attack, mesin tempur, death vomit, forgotten, dajjal dan lain-lain. Saya baru sampai venue sekitar pukul 05.00, waktu itu Beside yg sedang main. sebenarnya saya memang melewatkan banyak band tahun ini karena semangat redup akibat HP hilang hahaha… di hari kedua ini, cuaca cukup cerah, dan kesalahan utama kami adalah memakai sandal. Lumpur yang sudah terpapar matahari menjadi lebih lengket dan kita jadi susah jalan, nempel-nempel dan takut sendalnya putus. Akhirnya, lagi-lagi kita bertelanjang kaki. Bodo amat diliatin orang deh…

Untuk Bandnya, kalau di hari pertama ada Jasad yang membawakan lagu-lagu death metal Sundanya, hari kedua ada Karinding Attack dan Forgotten. Karinding Attack yang juga termasuk dalam pembahasan skripsi saya (selain Jasad), bermain dengan baik. Band ini menjadi titik penanda identitas dalam acara ini. Selain dari judul event, Bandung Berisik, tapi juga music heavy bamboo yang dibawakan oleh Karinding Attack ini adalah bukti bahwa mereka masih mempertahankan seni musik lokal mereka meskipun mayoritas dari mereka sebenarnya adalah musisi metal.

Di hari kedua ini, menurut saya kualitas sound menurun atau entah kuping saya yang kualitasnya menurun. Terdengar jelas mulai dari Forgotten manggung. Vocal lep-lepan, gitar kadang terlalu kencang dan bassnya mendem..tarawangsanya juga beberapa kali tidak terdengar. Sound ini mulai membaik sampai band terakhir yaitu Pas Band, tapi tidak lebih baik dari hari pertama sih..menurut saya saja loh :)
Disamping lumpur, sound dan masalah tiket, acara ini tetap keren dan aman. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi tahun depan dengan kualitas yang jauh lebih baik. Untuk rating hmm….tiga setengah dari lima deh :D salut untuk semua panitia baik official maupun volunteer serta kerjasamanya yang baik dengan pihak Lanud. Salut untuk komunitas ujungberung rebels! Kalian hebat \m/
0








